Showing posts with label Maradona. Show all posts
Showing posts with label Maradona. Show all posts

Sunday, June 28, 2009

The Legends : Diego Maradona (Argentina)


Diego Armando Maradona is by many regarded as the greatest player in the history of the game. He was born on October 30th 1960 in Lanus outside Buenos Aires. There he played for Los Cebollitos (The little onions), before he joined Argentinos Juniors. At 16 he was Argentina's youngest-ever international when he played against Hungary. Two years later he captained the World Youth Cup winners and was soon transferred to Boca Juniors for £1.000.000. The success continued and he was voted South American Player Of The Year in 1979 and 1980.

In 1982 Maradona joined Spanish giants Barcelona for a world record transfer fee of £5.000.000. The same year the World Cup was held in Spain and Maradona made his World Cup debut on his new home ground Estadio Nou Camp. The tournament didn't end as Maradona had hoped and he was sent off against Brazil in the second phase, as Argentina bowed out.

In his first season for "Barca" he helped them win the league, league cup and the Super Cup. Two years later, another world record fee of £6.900.000 took him to success-starved Napoli, and in 1987 they won a league and cup double. A year earlier he had captained Argentina to a second World Cup triumph. It was a World Cup that forever will be synonymous with Maradona. He scored 5 goals in that tournament, including two against England. Both are among the most controversial in World Cup history. The first was the infamous "Hand of God" and the second probably the greatest goal ever scored in a World Cup game, as he ran from his own half showing magic displays and leaving seven English players for dead.

Success continued with Napoli as he again steered them to a league title and in 1989 even a triumph in the UEFA cup. In 1990 the World Cup was held in Italy and Maradona captained Argentina to yet another final. The Germans were once again the opponents and this time they proved too strong for the Argentineans. That loss was to be the beginning of the end for Maradona. Two drug scandals have created black spots on his name and reputation. Several come-backs have been tried since 1991 and after helping Argentina qualifying for the 1994 World Cup in USA, Maradona looked fit for fight again. A marvelous goal against Greece in the first match gave proves for that.

But in the next game against Nigeria he was caught for drug abuse, and the World Cup story of Diego Armando Maradona got a sad ending. That match meant that Maradona equaled the record of matches played in the World Cup of 21, held by Uwe Seeler and Wladislav Zmuda (Later beaten by Lothar Matthäus). Maradona retired from international football after that with a gallery of good and bad memories. But he is by neutral football lovers regarded alongside Pelé as the greatest player of them all.
Free Website Hosting

Wednesday, June 10, 2009

MARADONA BANGGAKAN 'PENAMPILAN SEMPURNA'


Free n Easy Webhosting Plus Earn Money Try This One


Pelatih timnas Argentina itu merasa timnya bermain 'sempurna' dalam kemenangan telak 4-0 atas Venezuela. Gol dari Lionel Messi, Carlos Tevez, Maxi Rodriguez, dan Sergio Aguero memberikan kemenangan dalam partai kompetitif pertama bagi Diego Maradona, Sabtu (28/4).

Maradona pun mengaku, "Ini lebih baik dari yang saya impikan. Itu partai sempurna dan saya bangga dengan tim ini. Kami menciptakan banyak peluang dan kami bermain baik. Tak mudah mencetak empat gol."

Bintang Barcelona Lionel Messi diberikan nomor mistis 10 yang sebelumnya pernah digunakan Maradona, dan Maradona gembira, "Saya katakan kepada Messi: 'Nomor 10 milikmu' dan ia menjawab (dengan penampilan di lapangan). Jika ia bermain seperti itu setiap pertandingan, itu akan menjadi suatu kegembiraan."

Meski juga tak lupa memuji kontribusi Carlos Tevez melalui keterlibatannya dalam tiga gol dan mencetak satu gol, Maradona mengaku timnya masih harus tampil lebih baik terutama di lini belakang.

"Kami harus bekerja keras di pertahanan. Tim Venezuela tidak kuat dalam penyelesaian akhir, tapi kami dapat mendapat masalah jika kami tak memperbaiki area itu," ungkap pemilik Gol Tangan Tuhan itu.

Dalam laga tandang ke Bolivia, Maradona memberi isyarat, "Sepertinya kami akan kembali menggunakan empat bek daripada tiga pemain belakang."

Ejekan terhadap Juan Sebastian Veron oleh pendukung tuan rumah di Buenos Aires tampaknya cukup mengganggu kegembiraan Maradona. "Ya, mereka tak menyukai saya karena Veron tampil, tapi usahanya tak layak mendapat reaksi seperti itu. Itu menyakiti saya. Mereka yang mengejeknya harus menyesali apa yang mereka lakukan," tegas Maradona.

TEVEZ MINTA SARAN MARADONA


Free n Easy Webhosting Plus Earn Money Try This One


Keputusan akan diambil oleh Carlos Tevez setelah mempertimbangkan saran dari Diego Maradona.
Carlos Tevez, yang masih belum pasti akan bermain di mana musim depan, meminta masukan mengenai masa depan karirnya dari pelatih tim nasional Argentina Diego Maradona.

Kontrak pinjaman Tevez bersama Manchester United telah berakhir musim kemarin dan klub tersebut masih enggan untuk membayar harga yang dibutuhkan untuk menjadikan Carlitos pemain tetap mereka.

Berlarutnya masalah ini membuat Tevez seperti patah arang untuk terus bermain bagi Setan Merah dan sempat menyatakan kalau ia mencari klub lain di Inggris yang mau menampungnya.

The Sunday Mirror melaporkan kalau Tevez akan mengambil keputusan klub mana yang dipilihnya dalam minggu ini. Selain United, Manchester City adalah klub lain yang sangat agresif dalam mendekati pemain itu.

Seorang sumber yang dekat dengan Maradona mengatakan kalau semua pemain berdialog dengan Maradona saat mereka ingin mengambil keputusan penting.

"Ia bukan hanya menjadi pelatih tim nasional, ia juga merupakan sahabat para pemain," ungkap sumber itu lagi.

Meski pihak United dan Kia Joorabchian yang memiliki hak ekonomi Tevez terus melakukan negosiasi, tidak ada jaminan kalau klub itu berpeluang besar untuk mempertahankan Tevez.

MARADONA AKAN PASANG TRISULA MESSI-TEVEZ-AGUERO


Free n Easy Webhosting Plus Earn Money Try This One


Diego Maradona akan memanfaatkan semua amunisi yang dimiliki pada lanjutan kualifikasi Piala Dunia 2010 mendatang. Setelah dipermalukan Bolivia 6-1 di La Paz, pelatih timnas Argentina, Diego Maradon, mencoba menebus dosa dengan memetik kemenangan saat menjamu Kolombia pada lanjutan kualifikasi Piala Dunia 2010 zona Conmebol, Sabtu (6/6) lusa.

Menurut El Mundo Deportivo, Maradona akan memulai permainan dengan lini depan terkuat yang dimilikinya. Trio Lionel Messi, Sergio Aguero, Carlos Tevez, siap diturunkan sejak awal pertandingan yang akan digelar di El Monumental nanti.

Trio penyerang akan membuat Maradona memainkan formasi 3-4-3 dengan Cata Diaz, Martin Cemichelis, dan Gabriel Heinze sebagai punggawa lini belakang. Di tengah, kuartet Fernando Gago, Javier Mascherano, Jonas Gutierrez, dan Juan Veron menjadi andalan.

Pemain veteran, Javier Zanetti, akan ditempatkan di bangku cadangan dan sepertinya baru akan dimainkan pada partai berikutnya menghadapi Ekuador, 10 Juni.

Maradona juga akan melakukan kejutan dengan menurunkan kiper debutan asal Estudiantes, Mariano Andujar.

MARADONA BALAS EJEKAN PELE


Free n Easy Webhosting Plus Earn Money Try This One


Pelatih Argentina ini tidak mau kalah dalam memberikan ejekan kepada Pele yang menganggap dirinya tak pantas menjadi contoh generasi muda.Kedua legenda hidup sepakbola dunia ini tidak pernah berhenti dalam melakukan serangan. Sebelumnya, Pele dan Maradona saling beragumen ketika diadakan pemilihan pemain terbaik sepanjang masa yang dimenangi Pele.

Hubungan Maradona dan Pele kembali memanas, menyusul pernyataan pesepakbola yang membawa Brasil meraih gelar juara dunia tiga kali itu dianggap mendeskreditkan Maradona ketika menuding Robinho dan Adriano menggunakan obat terlarang. Pele menilai Maradona sebagai contoh negatif bagi pesepakbola muda karena kesukaanya mengkonsumsi obat terlarang dan minuman beralkohol.

Maradona mempunyai balasan atas serangan musuh abadinya itu. Maradona mengingatkan pada perseteruan keduanya, 2000 silam. Saat itu Pele berusaha membantah keras tuduhan Maradona yang menyebut Pele telah mendapat pelecehan seksual dari pelatihnya pada usia 14 tahun.

“Anda ingin dari jawaban saya? Dia [Pele] telah kehilangan virginitas saat masih kanak-kanak dari seorang pria,” ledek Maradona dalam acara jumpa wartawan jelang duel melawan Venezuela di laga kualifikasi Piala Dunia 2010 zona Amerika Latin, dilansir suratkabar Marca.